hai, lama tak terdengar kabarmu,
baik-baik sajakah kamu? Aku berharap begitu...
Sungguh aku tidak meminta apapun, karena kamu seperti ion-ion yang hanya bisa dibayangkan,
namun konduksinya tak bisa dirasakan,
Oh yaa satu lagi, karena aku hanyalah aku. . .
Namun pernahkah kamu mengerti, kenapa rasa suka harus terarah padamu, bahkan melebihi vektor yang lurus, perasaan yang kupunya tak perlu garis untuk menghubungkannya,
Aku bahkan tak bisa secerah matahari terhadap pagi, jika tak mendengarmu
Sehebat itukah kamu?
Rinduku agaknya berlebihan buatmu,
Aku yakin kamu tahu, mungkin ketidakpedulianmu, atau mungkin kamu memang tidak ingin mengindahkannya,
Entahlah...
Seperti fluida yang dibiarkan dalam perapian sedikit demi sedikit akan mendidih dan berkurang, sungguh aku teramat lelah, karena kamu mengorbit sesukamu...
Kamis, 27 Desember 2012
Selasa, 11 Desember 2012
Tolong
Aku benar-benar dalam kata 'yaa sudah'
Aku bahkan telalu takut bahwa ini hidup,
Yang didalamnya ada jutaan warna,
karena ketika aku sadar, aku harus melihat diriku yang teramat menyedihkan,
namun disaat yang bersamaan perasaanku untuk sekarang tetap kontinu,
untuk sekarang, yaa...
Tolong jangan berjalan ke arahku, meskipun hanya sekedar niat saja...
Aku ingin benar-benar melepas hal yang belum sempat kumiliki,
karena aku takut jika cintaku kepadamu,
Tertaut seperti bumi dan matahari karena adanya gravitasi
Karena jika begitu, aku sulit untuk bernafas.
Aku bahkan telalu takut bahwa ini hidup,
Yang didalamnya ada jutaan warna,
karena ketika aku sadar, aku harus melihat diriku yang teramat menyedihkan,
namun disaat yang bersamaan perasaanku untuk sekarang tetap kontinu,
untuk sekarang, yaa...
Tolong jangan berjalan ke arahku, meskipun hanya sekedar niat saja...
Aku ingin benar-benar melepas hal yang belum sempat kumiliki,
karena aku takut jika cintaku kepadamu,
Tertaut seperti bumi dan matahari karena adanya gravitasi
Karena jika begitu, aku sulit untuk bernafas.
Jumat, 07 Desember 2012
Cinta Terbaik
Apa kabar teman?
aku merindumu,
aku ingin kamu baik-baik saja disana...
sungguh aku akan merelakanmu dengan dia yang mungkin akan membuatmu tersenyum setiap hari
sungguh aku tidak apa-apa
aku tahu kamu membutuhkan dia bukan aku,
Sedikit sakit memang ketika kamu mengabaikanku
dan ternyata karena dia datang kembali,
aku tidak apa-apa,
hanya baru sadar sungguh memang tidak akan bisa memaksamu untuk sedikit menempatkanku dihatimu,
susah yaa?
tidak apa-apa
aku ingin melepasmu saja yaa,
bukan aku tak sanggup, hanya aku tak ingin kamu terlalu berfikir untuk bisa kembali dengan dia yang kamu mau,
bersamalah denganya saja,
Cintaku ini terbaik, cinta bukan masalah memiliki bukan?
dan embun tidak perlu berwarna untuk membuat daun jatuh cinta.
jika itu memang tidak akan pernah diantara kita, biarlah hanya sebatas cerita saja.
aku merindumu,
aku ingin kamu baik-baik saja disana...
sungguh aku akan merelakanmu dengan dia yang mungkin akan membuatmu tersenyum setiap hari
sungguh aku tidak apa-apa
aku tahu kamu membutuhkan dia bukan aku,
Sedikit sakit memang ketika kamu mengabaikanku
dan ternyata karena dia datang kembali,
aku tidak apa-apa,
hanya baru sadar sungguh memang tidak akan bisa memaksamu untuk sedikit menempatkanku dihatimu,
susah yaa?
tidak apa-apa
aku ingin melepasmu saja yaa,
bukan aku tak sanggup, hanya aku tak ingin kamu terlalu berfikir untuk bisa kembali dengan dia yang kamu mau,
bersamalah denganya saja,
Cintaku ini terbaik, cinta bukan masalah memiliki bukan?
dan embun tidak perlu berwarna untuk membuat daun jatuh cinta.
jika itu memang tidak akan pernah diantara kita, biarlah hanya sebatas cerita saja.
Rabu, 05 Desember 2012
Takut Tak Punya Waktu
Dari mana harus menulis
Entahlah,
tapi yang aku rasakan saat ini perasaan kecewa, mungkin...
aku belajar untuk tetap memaklumi semuanya, tapi kamu yang dengan seenaknya datang dan pergi sesukamu membuatku binggung, bukan,, lebih tepatnya sungguh sakit, sungguh...
aku mencoba berfikir, yaa... mungkin kamu sibuk
benar-benar sibuk atau hanya menyibukkan diri
yang aku tahu kamu mengabaikanku dengan sesukamu dan entah apa kamu sempat terlintas akan aku, sedetik saja ... sungguh aku ragu
tapi siapa aku?
aku tidak punya hak untuk sekedar menanyakan dimana kamu. sekedar menyapamu atau hanya sekedar meminta waktumu, aku juga tidak punya hak apa-apa yang lainnya, sampai kapanpun dan mungkin tidak akan pernah aku punya hak itu
sungguh aku sakit, sungguh...
aku tetap menikmati keadaan ini, membiarkanmu memiliki rinduku dan memiliki cintaku serta waktuku
tapi aku takut tak punya banyak waktu untuk itu,
untuk menunggumu...
aku menghitung ribuan detik waktu sampai aku akan melepasmu
sungguh aku akan melepasmu..
pelan-pelan dan itu pasti
meskipun sekarang aku masih mencintaimu
Entahlah,
tapi yang aku rasakan saat ini perasaan kecewa, mungkin...
aku belajar untuk tetap memaklumi semuanya, tapi kamu yang dengan seenaknya datang dan pergi sesukamu membuatku binggung, bukan,, lebih tepatnya sungguh sakit, sungguh...
aku mencoba berfikir, yaa... mungkin kamu sibuk
benar-benar sibuk atau hanya menyibukkan diri
yang aku tahu kamu mengabaikanku dengan sesukamu dan entah apa kamu sempat terlintas akan aku, sedetik saja ... sungguh aku ragu
tapi siapa aku?
aku tidak punya hak untuk sekedar menanyakan dimana kamu. sekedar menyapamu atau hanya sekedar meminta waktumu, aku juga tidak punya hak apa-apa yang lainnya, sampai kapanpun dan mungkin tidak akan pernah aku punya hak itu
sungguh aku sakit, sungguh...
aku tetap menikmati keadaan ini, membiarkanmu memiliki rinduku dan memiliki cintaku serta waktuku
tapi aku takut tak punya banyak waktu untuk itu,
untuk menunggumu...
aku menghitung ribuan detik waktu sampai aku akan melepasmu
sungguh aku akan melepasmu..
pelan-pelan dan itu pasti
meskipun sekarang aku masih mencintaimu
Jumat, 30 November 2012
Ini Mulanya
Semua ini berawal dari kata teman
aku mengenalnya sejak lama, entah berapa kali kami berpapasan atau sekedar melihatnya saja
Namun tidak disitu semua bermula,
ataukah berawal ketika dipertemukan kembali dalam sebuah tempat maya
tidak disitu juga aku mengawalinya, pertama kali aku menyapanya
bahkan aku tidak mengenalinya
siapa dia dan berasal dari manakah dia?
bahkan ketika kami bertukar No Handphone aku masih tidak mengenalinya,
sampai kami bertemu pun aku masih tidak mengenalinya,
hingga dia mencoba menanyakan,
dan keheranan aku menyadarinya TERNYATA
haha...
Ataukah berawal dari sini??
jawabnya tetap saja tidak
atau saat kami bertemu untuk kedua atau ketiga kalinya
juga bukan
tapi ketika aku dibawa kesebuah rumah sederhana, bertemu dengan 2 orang setengah baya
apakah bermula dari situ???
tidak juga,
Namun, ketika matahari sudah berada diujung sana, sehari telah kulalui bersamanya,
perasaanku waktu itu hanya flat saja
Namun lain ketika tempat maya yang mempertemukan aku dan dia, berkata tentang
perubahan relationshipnya itu sungguh tiba-tiba membawaku dalam posisi yang aneh .... aku juga tidak mengetahuinya
kenapa? kenapa? kenapa?
meskipun pada saat itu aku punya dia, mereka, dan lainnya
berawal dari sinilah aku ingin bercerita
Sejak saat itu aku memutuskan untuk stop berhubungan dengan dia, meremove akunnya, menganti No . HP untuk pertamakalinya sejak Masa SMA
kenapa? Saat itu perasaan gengsiku yang berlebihan menguasaiku dan aku takut semua itu semakin dalam,
jujur aku takut,
ku sibukkan hari-hariku dengan dia, mereka dan mereka...
Namun tidak bertahan lama ....
selalu teringat tentang dia, tentang bagaimana dia memanggilku
SUSAN ... yaa
Awalnya aku tidak menyukainya karena aku tahu kenapa panggilan itu untukku
tapi sekarang rasa kangen itu sedikit ada
aku mencoba membuka pertemanan di tempat yang tak terlihat itu...
berhubungan kembali ... meskipun aku tahu, dia memiliki perempuan-perempuan yang banyak didekatnya, aku tidak peduli akan hal itu...
Sampai dia bercerita tentang siapa pemilik hatinya,
yaa aku mundur untuk itu, mungkin takut dan perasaan menyerah sedikit ada, namun aku hanya ingin dia leluasa mengejar kekasih yang diinginkannya
untuk keduakalinya aku menjauhinya....
jujur saat itu hati, batinku tersiksa,,, aku ingin mengatakan AKU MERINDUKANMU
Namun aku tak bisa melakukannya,
mencoba bilang "aku baik-baik saja, kenapa tidak?"
Sampai 4 bulan berlalu sejak keadaan itu, aku memutuskan untuk belajar biasa saja ....
aku pasti bisa
kembali menjalin komunikasi sebagai seorang TEMAN
meskipun pada saat itu kebahagiaan begitu tidak bisa aku tutupi
pertama kali sesudah tak berjumpa untuk beberapa saat, perasaan deg-degan begitu menguasai diriku...
disebuah rumah sederhana, kujabat tangannya, kuberikan senyum kecilku di Mranggen aku menatapnya, pertama kali
Semarang, menjadi saksi bisu kebersamaanku dengannya,
sungguh aku menikmatinya, bersamanya dan begitu bahagia meskipun aku menyembunyikan perasaan itu darinya,
begitu ingin mengatakan rindu denganmu teman, Namun aku hanya busa senyum saja.
begitu cepat malam itu berlalu,
Meskipun kebahagiaan padaku, Namun aku tahu dia tidak menikmatinya,
mungkin bukan aku yang ingin dia temui pada saat itu,
aku memakluminya,
Aku ingat itu, ketika dia berucap ingin mencicipi masakan nasi gorengku,
aku menyambutnya begitu bahagia
dan terbuatlah janji bertemu, aku dengan begitu semangatnya berbelanja untuknya,
menyiapkan hanya untuk sebuah makanan kecil dan berdandan cantik untuknya dan
menunggunya, namun ????
tak kutemukan dirinya ataupun sebuah pesan kecil untuk sekedar pemberitahuan saja,
aku masih memakluminya,
pagi itu semua berjalan seperti biasa, aku membalas SMS-nya dengan begitu ramahnya,
tetap saja dia tidak mengatakan apa-apa....
aku tetap memakluminya...
September berlalu begitu datar saja...
bulan yang kutunggu Oktober pun tiba ...
21 begitu menggembirakan untukku, kejutan dari seseorang yang cukup dekat dengan ku meskipun bukan dia, begitu sangat menghiburku, dan sahabat-sahabat terbaikku melengkapinya
dan sesaat melewati keadaan kecewa, ketika dia hanya mengucapkan di chat pesan maya "met ultah"
aku masih saja memakluminya
Sampai suatu malam dia menyapaku lewat pesan suara
dan aku masih begitu jelas mengingatnya dia berkata " mila sedang apa?" dan kata berikutnya " dia lagi apa yaa"
aku tetap memakluminya
pagi berikutnya sedikit perasaan tak tentu begitu besarnya,
hingga ajakan dari seseorang yang cukup dekat denganku untuk berkomitmen aku hanya dengan datar saja menyetujuinya
Namun disaat aku ingin mencoba dan bertanggung jawab atas hal yang sudah kutanam,
sungguh aku sudah berusaha, namun aku katakan sungguh aku tidak bisa,
untuk pertama kalinya aku menghubungi dalam keadaan "milik orang" dan berkata aku rindu kepadanya, dan lebih gilanya dengan sadar mengatakan TETAPLAH DIDEKATKU
sungguh benar-benar gila,
Namun, dalam sisi yang lain
sungguh aku menyesal sudah menipu hati yang lain saat itu, Namun hatiku sendiri tak sanggup lama-lama dalam keadaan memunafikkan diriku sendiri
untuk pertamakalinya ia mengajakku untuk belajar jujur dan aku melakukannya dan seterusnya, aku bercerita dengan seadanya kata-kataku, dengan sepolosnya perasaanku, dan dengan jujurnya kukatakan mungkin aku menaruh rasa suka padamu,
Namun, Ribuan detik kemudian dia mengatakan "egoismu, bahkan bentuk badanmu dan ukuran bajumu itu sama seperti dia" sakit lagi dan lagi..
Namun aku tetap memakluminya,
Anehnya atau bodohnya sejak saat itu
hubungan ini semakin tidak karuan kataku, baginya aku adalah teman,
baginya,
Namun mengapa aku begitu senangnya,
aku semakin dalam posisi yang tidak terlalu bagus kataku,
hubunganku terlalu dekat, menurutku
kuhabiskan setiap malamku hanya untuk mendengarkan dan menemaninya,
meskipun ketika aku mengajaknya bercerita tentang dia,
sungguh luar biasa perasaanku, senyum, dan nada datar yang kutampilkan adalah kondisi yang memuakkan bagiku,
Namun aku menyukai keadaan itu, bagiku saat bercerita, dia tampak begitu jujur dengan hatinya
aku lebih senang mendengarkannya begitu, daripada dia bercerita tentang hal yang kosong saja, tentang hal pelampiasan hatinya, sungguh aku begitu kasian
tapi aku tetap memakluminya,
Dan aku masih mengingatnya ketika dia dengan begitu lepasnya bercerita " kamu suka telur kan?, dia tidak, kamu suka coklat, dia iya, kamu kamu ... "
begitu hatiku merintih sakit saat itu, tapi kamu tidak tahu... aku sengaja membuat kondisi agar kamu tidak tahu, dan tidak akan tahu
tapi masih saja aku memakluminya
jujur aku menikmatinya,
menikmati keadaan dapat dekat denganmu
sampai aku benar-benar dalam keadaan yang harus memutuskan,
kulafalkan aku ingin kamu berhenti menghubungiku dan aku juga ingin berhenti menghubungimu
jujur hati ini berteriak JANGAN
....
Semuanya berubah, tidak ada lagi kamu, kamu dan kamu
aku memutuskan komitmenku
selayaknya orang yang sedang gagal dalam hubungannya, untuk bersedih sama sekali tidak terbesit dalam otakku,
yaa aku kehilangan tapi bukan untuk lelaki yang beberapa saat menemaniku dan menjagaku,
tapi untuk kamu,
Aku takut tidak bisa dekat denganmu, aku takut tidak lagi bisa mendengar suaramu,
aku takut tidak tahu tentang kamu, aku takut tak dapat berjumpa denganmu lagi, dan banyak sekali rasa takutku hingga dalam hitungan hari kuhabiskan dengan airmata didekatku,
aku bodoh bahkan tolol?
TIDAK,,,
Suatu saat nanti semua orang akan tahu, meskipun nanti tak sempat aku menemani harimu, akan kuceritakan kelak saat tuaku datang, dengan bangganya dia lelaki yang begitu tangguhnya untuk menceritakan kisahnya,
itu alasannya kenapa aku selalu ingin kamu kembali bangkit dan mencoba kembali mendekatinya,
bukan aku tidak sakit,sungguh aku sakit
tapi aku akan tersenyum ketika kamu bisa bahagia bersamanya,
karena itu yang kamu impikan bukan?
sungguh aku akan mendoakanmu
aku ingin,
Karena jika memang Tuhan menciptakanmu untuk tidak kumiliki, aku ingin Tuhan dengan segera mendekatkanmu dengan pemilikmu
Dimana titik aku kalah dengan rasa suka untukmu...
kamu mengatakan aku kangen kamu?
aku merasa bukan itu, hanya kamu memerlukan teman pengusir detikmu,
atau pada saat itu kamu hanya sebentar mengingatku tapi sekali lagi bukan merinduku
sungguh aku tahu,
begitu sakit rasanya ketika kamu mengatakan " aku butuh kamu, mila"
sesak sesaaat hatiku,
Yaa aku senang kamu menghiburku begitu, tapi teman, itu membuatku sakit,
karena aku tahu, kamu hanya membohongi dirimu dan juga aku dengan begitu
Namun. aku tetap memakluminya,
Anehnya Lagi,
hubungan ini kembali lagi dalam keadaan ini, Sungguh aku menikmatinya,
menikmati begitu teduhnya suaramu, riangnya kamu bercerita, dan mendengarkan rintihan atas kekosongan hatimu yang kamu mencoba menutupinya,
kadang aku begitu kasian padamu, kamu seperti lelaki yang terpaksa berhenti untuk meneruskan langkahmu,
itu alasannya kenapa aku ingin selalu disampingmu, meski kamu tidak menghiraukanku, meski kamu acuh padaku, meski kamu dingin terhadapku,
sungguh bukannya aku tidak sakit,
tapi aku tetap juga memakluminya
hariku selalu saja berubah ketika ku membaca tulisanmu
kadang begitiu gembiranya
kadang sakitnya benar-benar sampai airmata ini jatuh sendiri,
kamu bertanya kepadaku "pacaran yuk setahun lagi?"
aku hanya tersenyum mendengarkan katamu, aku tidak akan pernah lelah untuk menantimu, karena cintaku untuk rasa sukamu,
bahkan setahun, menunggu untuk sisa waktuku aku pun ingin melakukannya, aku hanya takut tak cukup punya banyak waktu untuk menunggumu belajar suka denganku.
dan aku masih akan memakluminya
Aku akan tetap menjadi temanmu, akan menantimu, akan tetap menemanimu, dan
akan selalu memaklumimu,
aku menulis ini untukmu,
saat nanti memang aku tak akan bertemu lagi denganmu, biarlah ini yang akan memberitahumu aku pernah begitu bahagianya menceritakan tentang dirimu....
Semarang,
7 N0vember 2011 - 30 November 2012
aku mengenalnya sejak lama, entah berapa kali kami berpapasan atau sekedar melihatnya saja
Namun tidak disitu semua bermula,
ataukah berawal ketika dipertemukan kembali dalam sebuah tempat maya
tidak disitu juga aku mengawalinya, pertama kali aku menyapanya
bahkan aku tidak mengenalinya
siapa dia dan berasal dari manakah dia?
bahkan ketika kami bertukar No Handphone aku masih tidak mengenalinya,
sampai kami bertemu pun aku masih tidak mengenalinya,
hingga dia mencoba menanyakan,
dan keheranan aku menyadarinya TERNYATA
haha...
Ataukah berawal dari sini??
jawabnya tetap saja tidak
atau saat kami bertemu untuk kedua atau ketiga kalinya
juga bukan
tapi ketika aku dibawa kesebuah rumah sederhana, bertemu dengan 2 orang setengah baya
apakah bermula dari situ???
tidak juga,
Namun, ketika matahari sudah berada diujung sana, sehari telah kulalui bersamanya,
perasaanku waktu itu hanya flat saja
Namun lain ketika tempat maya yang mempertemukan aku dan dia, berkata tentang
perubahan relationshipnya itu sungguh tiba-tiba membawaku dalam posisi yang aneh .... aku juga tidak mengetahuinya
kenapa? kenapa? kenapa?
meskipun pada saat itu aku punya dia, mereka, dan lainnya
berawal dari sinilah aku ingin bercerita
Sejak saat itu aku memutuskan untuk stop berhubungan dengan dia, meremove akunnya, menganti No . HP untuk pertamakalinya sejak Masa SMA
kenapa? Saat itu perasaan gengsiku yang berlebihan menguasaiku dan aku takut semua itu semakin dalam,
jujur aku takut,
ku sibukkan hari-hariku dengan dia, mereka dan mereka...
Namun tidak bertahan lama ....
selalu teringat tentang dia, tentang bagaimana dia memanggilku
SUSAN ... yaa
Awalnya aku tidak menyukainya karena aku tahu kenapa panggilan itu untukku
tapi sekarang rasa kangen itu sedikit ada
aku mencoba membuka pertemanan di tempat yang tak terlihat itu...
berhubungan kembali ... meskipun aku tahu, dia memiliki perempuan-perempuan yang banyak didekatnya, aku tidak peduli akan hal itu...
Sampai dia bercerita tentang siapa pemilik hatinya,
yaa aku mundur untuk itu, mungkin takut dan perasaan menyerah sedikit ada, namun aku hanya ingin dia leluasa mengejar kekasih yang diinginkannya
untuk keduakalinya aku menjauhinya....
jujur saat itu hati, batinku tersiksa,,, aku ingin mengatakan AKU MERINDUKANMU
Namun aku tak bisa melakukannya,
mencoba bilang "aku baik-baik saja, kenapa tidak?"
Sampai 4 bulan berlalu sejak keadaan itu, aku memutuskan untuk belajar biasa saja ....
aku pasti bisa
kembali menjalin komunikasi sebagai seorang TEMAN
meskipun pada saat itu kebahagiaan begitu tidak bisa aku tutupi
pertama kali sesudah tak berjumpa untuk beberapa saat, perasaan deg-degan begitu menguasai diriku...
disebuah rumah sederhana, kujabat tangannya, kuberikan senyum kecilku di Mranggen aku menatapnya, pertama kali
Semarang, menjadi saksi bisu kebersamaanku dengannya,
sungguh aku menikmatinya, bersamanya dan begitu bahagia meskipun aku menyembunyikan perasaan itu darinya,
begitu ingin mengatakan rindu denganmu teman, Namun aku hanya busa senyum saja.
begitu cepat malam itu berlalu,
Meskipun kebahagiaan padaku, Namun aku tahu dia tidak menikmatinya,
mungkin bukan aku yang ingin dia temui pada saat itu,
aku memakluminya,
Aku ingat itu, ketika dia berucap ingin mencicipi masakan nasi gorengku,
aku menyambutnya begitu bahagia
dan terbuatlah janji bertemu, aku dengan begitu semangatnya berbelanja untuknya,
menyiapkan hanya untuk sebuah makanan kecil dan berdandan cantik untuknya dan
menunggunya, namun ????
tak kutemukan dirinya ataupun sebuah pesan kecil untuk sekedar pemberitahuan saja,
aku masih memakluminya,
pagi itu semua berjalan seperti biasa, aku membalas SMS-nya dengan begitu ramahnya,
tetap saja dia tidak mengatakan apa-apa....
aku tetap memakluminya...
September berlalu begitu datar saja...
bulan yang kutunggu Oktober pun tiba ...
21 begitu menggembirakan untukku, kejutan dari seseorang yang cukup dekat dengan ku meskipun bukan dia, begitu sangat menghiburku, dan sahabat-sahabat terbaikku melengkapinya
dan sesaat melewati keadaan kecewa, ketika dia hanya mengucapkan di chat pesan maya "met ultah"
aku masih saja memakluminya
Sampai suatu malam dia menyapaku lewat pesan suara
dan aku masih begitu jelas mengingatnya dia berkata " mila sedang apa?" dan kata berikutnya " dia lagi apa yaa"
aku tetap memakluminya
pagi berikutnya sedikit perasaan tak tentu begitu besarnya,
hingga ajakan dari seseorang yang cukup dekat denganku untuk berkomitmen aku hanya dengan datar saja menyetujuinya
Namun disaat aku ingin mencoba dan bertanggung jawab atas hal yang sudah kutanam,
sungguh aku sudah berusaha, namun aku katakan sungguh aku tidak bisa,
untuk pertama kalinya aku menghubungi dalam keadaan "milik orang" dan berkata aku rindu kepadanya, dan lebih gilanya dengan sadar mengatakan TETAPLAH DIDEKATKU
sungguh benar-benar gila,
Namun, dalam sisi yang lain
sungguh aku menyesal sudah menipu hati yang lain saat itu, Namun hatiku sendiri tak sanggup lama-lama dalam keadaan memunafikkan diriku sendiri
untuk pertamakalinya ia mengajakku untuk belajar jujur dan aku melakukannya dan seterusnya, aku bercerita dengan seadanya kata-kataku, dengan sepolosnya perasaanku, dan dengan jujurnya kukatakan mungkin aku menaruh rasa suka padamu,
Namun, Ribuan detik kemudian dia mengatakan "egoismu, bahkan bentuk badanmu dan ukuran bajumu itu sama seperti dia" sakit lagi dan lagi..
Namun aku tetap memakluminya,
Anehnya atau bodohnya sejak saat itu
hubungan ini semakin tidak karuan kataku, baginya aku adalah teman,
baginya,
Namun mengapa aku begitu senangnya,
aku semakin dalam posisi yang tidak terlalu bagus kataku,
hubunganku terlalu dekat, menurutku
kuhabiskan setiap malamku hanya untuk mendengarkan dan menemaninya,
meskipun ketika aku mengajaknya bercerita tentang dia,
sungguh luar biasa perasaanku, senyum, dan nada datar yang kutampilkan adalah kondisi yang memuakkan bagiku,
Namun aku menyukai keadaan itu, bagiku saat bercerita, dia tampak begitu jujur dengan hatinya
aku lebih senang mendengarkannya begitu, daripada dia bercerita tentang hal yang kosong saja, tentang hal pelampiasan hatinya, sungguh aku begitu kasian
tapi aku tetap memakluminya,
Dan aku masih mengingatnya ketika dia dengan begitu lepasnya bercerita " kamu suka telur kan?, dia tidak, kamu suka coklat, dia iya, kamu kamu ... "
begitu hatiku merintih sakit saat itu, tapi kamu tidak tahu... aku sengaja membuat kondisi agar kamu tidak tahu, dan tidak akan tahu
tapi masih saja aku memakluminya
jujur aku menikmatinya,
menikmati keadaan dapat dekat denganmu
sampai aku benar-benar dalam keadaan yang harus memutuskan,
kulafalkan aku ingin kamu berhenti menghubungiku dan aku juga ingin berhenti menghubungimu
jujur hati ini berteriak JANGAN
....
Semuanya berubah, tidak ada lagi kamu, kamu dan kamu
aku memutuskan komitmenku
selayaknya orang yang sedang gagal dalam hubungannya, untuk bersedih sama sekali tidak terbesit dalam otakku,
yaa aku kehilangan tapi bukan untuk lelaki yang beberapa saat menemaniku dan menjagaku,
tapi untuk kamu,
Aku takut tidak bisa dekat denganmu, aku takut tidak lagi bisa mendengar suaramu,
aku takut tidak tahu tentang kamu, aku takut tak dapat berjumpa denganmu lagi, dan banyak sekali rasa takutku hingga dalam hitungan hari kuhabiskan dengan airmata didekatku,
aku bodoh bahkan tolol?
TIDAK,,,
Suatu saat nanti semua orang akan tahu, meskipun nanti tak sempat aku menemani harimu, akan kuceritakan kelak saat tuaku datang, dengan bangganya dia lelaki yang begitu tangguhnya untuk menceritakan kisahnya,
itu alasannya kenapa aku selalu ingin kamu kembali bangkit dan mencoba kembali mendekatinya,
bukan aku tidak sakit,sungguh aku sakit
tapi aku akan tersenyum ketika kamu bisa bahagia bersamanya,
karena itu yang kamu impikan bukan?
sungguh aku akan mendoakanmu
aku ingin,
Karena jika memang Tuhan menciptakanmu untuk tidak kumiliki, aku ingin Tuhan dengan segera mendekatkanmu dengan pemilikmu
Dimana titik aku kalah dengan rasa suka untukmu...
kamu mengatakan aku kangen kamu?
aku merasa bukan itu, hanya kamu memerlukan teman pengusir detikmu,
atau pada saat itu kamu hanya sebentar mengingatku tapi sekali lagi bukan merinduku
sungguh aku tahu,
begitu sakit rasanya ketika kamu mengatakan " aku butuh kamu, mila"
sesak sesaaat hatiku,
Yaa aku senang kamu menghiburku begitu, tapi teman, itu membuatku sakit,
karena aku tahu, kamu hanya membohongi dirimu dan juga aku dengan begitu
Namun. aku tetap memakluminya,
Anehnya Lagi,
hubungan ini kembali lagi dalam keadaan ini, Sungguh aku menikmatinya,
menikmati begitu teduhnya suaramu, riangnya kamu bercerita, dan mendengarkan rintihan atas kekosongan hatimu yang kamu mencoba menutupinya,
kadang aku begitu kasian padamu, kamu seperti lelaki yang terpaksa berhenti untuk meneruskan langkahmu,
itu alasannya kenapa aku ingin selalu disampingmu, meski kamu tidak menghiraukanku, meski kamu acuh padaku, meski kamu dingin terhadapku,
sungguh bukannya aku tidak sakit,
tapi aku tetap juga memakluminya
hariku selalu saja berubah ketika ku membaca tulisanmu
kadang begitiu gembiranya
kadang sakitnya benar-benar sampai airmata ini jatuh sendiri,
kamu bertanya kepadaku "pacaran yuk setahun lagi?"
aku hanya tersenyum mendengarkan katamu, aku tidak akan pernah lelah untuk menantimu, karena cintaku untuk rasa sukamu,
bahkan setahun, menunggu untuk sisa waktuku aku pun ingin melakukannya, aku hanya takut tak cukup punya banyak waktu untuk menunggumu belajar suka denganku.
dan aku masih akan memakluminya
Aku akan tetap menjadi temanmu, akan menantimu, akan tetap menemanimu, dan
akan selalu memaklumimu,
aku menulis ini untukmu,
saat nanti memang aku tak akan bertemu lagi denganmu, biarlah ini yang akan memberitahumu aku pernah begitu bahagianya menceritakan tentang dirimu....
Semarang,
7 N0vember 2011 - 30 November 2012
Langganan:
Postingan (Atom)